Edukasea

PESIAR: CLUBBING DI SOUTHAMPTON!

Sailor Society Southampton

Kemana tujuan paling sering pelaut ketika pesiar? = Ke klub-klub di dekat pelabuhan.

Ya. Ketika pesiar di setiap pelabuhan saya suka sempatkan mampir ke sebuah klub. Tapi bukan klub yang cahayanya remang, musiknya yang aduhai membuat tetangga minum pil lelap untuk tidur, atau yang memiliki tiang di tengah ruangan lalu ada yang menggeliat-geliat di sekelilingnya. Bukan, saya tidak mampir ke sana. Saya mampir ke Seaman’s Club.

Seaman’s Club adalah organisasi non-profit yang memberikan tempat bagi pelaut untuk mendapat tempat peristirahatan sejenak, informasi mengenai daerah setempat, akomodasi, transportasi, serta yang terpenting Wi-Fi GRATIS FULL SPEED.

Hampir di seluruh pelabuhan besar di dunia pasti berdiri seaman’s club di sekitarnya. Banyak organisasi seaman’s club di dunia: Stella Maris Seaman’s Centre, Sailor’s Society, The Mission to Seafarers dan terkadang Seaman’s Club kota lokal yang berdiri sendiri. Tidak berafiliasi dengan organisasi seaman’s club internasional. Yang pasti satu hal yang sama: mereka akan selalu menyambut hangat kedatangan kita.

Di Southampton saya pesiar mengunjungi seaman’s club-nya Sailor’s Society. Jam menunjukkan pukul 18:30 waktu setempat, waktu Greenwich Meridian Time 0. Dari pelabuhan kami bertanya pada pos security arah menuju seaman’s club. Dan juga berbekal google maps kami menyusuri jalanan malam Southampton.

Tidak terlalu jauh dari gerbang pelabuhan. Sekitar 18 menit dengan jalan kaki (sudah ketambahan waktu untuk selfie dan foto di sepanjang perjalanan) kami tiba di Southampton Seafarer’s Centre. Seaman’s Club yang dikelola oleh organisasi Sailor’s Society.

Kami melihat ke dalam dari kaca etalase yang sudah tertutup korden sebagian. Dari luar tampak seperti toko baju dan barang perlengkapan lain, lampu di dalam masih menyala terang. Tapi kok terlihat sudah tutup. Tertera di jam operasional: buka jam 09:00 – tutup 20:00.

Ahh…

Ternyata ada sebuah banner di atas pintu bertuliskan “Pintu Masuk Seaman’s Club ada di Balik Bangunan” lengkap dengan anak panah yang mengarahkan kami ke jalan yang benar.

Seaman’s club ini berdiri di tengah ramainya kota dan dekat dengan Old City-nya Southmapton. Sejauh perjalanan ke sini terlihat bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur gotik abad 14-an. Di belakang seaman’s club terdapat gedung parkir bertingkat-tingkat.
Pintu belakang juga tertutup. Kami menekan tombol “Bell” di dinding.

“Hello?” Sapa saya, mengarahkan suara saya kepada alat yang menempel di dinding, yang memiliki speaker dan mikrofon, juga ada kamera kecil di tengahnya. Entah apa nama alat itu, pokoknya itu deh. Tau kan?

“Hai, please push the door. Feel free to come in.” Suara wanita muncul dari speaker bell.

Kami masuk ke dalam. Seorang wanita sekitar usia 50-an menyapa kami dari lantai dua. Dia adalah Ms. Emma, relawan yang mendapat tugas jaga seaman’s club hari ini. Dia mempersilahkan kami naik ke atas.

Ternyata tempat peristirahatan untuk para pelaut terletak di lantai dua. Lantai satu difungsikan menjadi toko secondhand. Saya mau mau menyebut barang bekas pun, semua barang masih dalam kondisi sangat bagus. Mulai dari topi, baju, jaket, celana, sepatu, tas, souvenir, cinderamata, mainan anak-anak dan masih banyak lagi. Semuanya didapat dari pemberian donatur. Kita semua bisa menjadi donatur.

Pesiar Seaman's Club at Southampton
Lantai Pertama. Toko Secondhand.

Uang hasil penjualan barang-barang ini digunakan kembali untuk amal dan menjalankan organisasi. Memastikan agar semua pelaut yang berkunjung kesini di lain waktu masih dapat menikmati pelayanan yang sama dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kehidupan pelaut yang lebih baik.

Sangat nyaman berada di lantai dua. Ada board game, billiard, soccer table, perpustakaan kecil dan seluruh dekorasi ruangan yang bagus dan instgramable. Saya duduk di sofa di tengah ruangan, sembari menonton Netflix serta menikmati kopi dan buah segar yang telah disediakan. Serasa di rumah sendiri.

Waktu menunjukkan pukul 19:45, seaman’s club hampir tutup. Kami meminta Emma mengantarkan kami ke Stadiun Saint Mary, markasnya Southampton Football Club. Dia menelfon seseorang relawan lain. Selang waktu 5 menit kami dijemput mini bus, kami diantar mengelilingi stadium. Sayang sekali di malam hari stadium tutup, kalau pagi hingga sore stadiun dibuka untuk umum. Kami hanya bisa berfoto di depan stadium.

Akhirnya kami meminta diantar ke pusat perbelanjaan kota: West Quay. Kami berterimakasih kepada organisasi seaman’s club dan seluruh relawan di dunia. Dengan bantuan mereka, para pelaut seperti kami memiliki keluarga kedua di setiap pelabuhan.

Dari West Quay kami melanjutkan pesiar malam mengunjungi restaurant dan supermarket. Lalu kembali ke kapal berjalan kaki. Menembus dingin udara malam yang berhembus sepanjang jalanan Southampton. Kami langsung berjalan lurus menuju arah pelabuhan, tidak sempat melipir ke klub-klub malam lain. (rezawardani.id)

Pesiar Seaman's Club at Southampton
Kami bersama Ms. Emma yang ramah 🙂
Pesiar Seaman's Club at Southampton
Lantai dua, Lounge Room Seaman’s Club.
Pesiar Seaman's Club at Southampton
Foto Pengunjung 🙂

Comment here

Icons made by Freepik from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY